Langsung ke konten utama

Alpa Alfa - Part 1


Drrt.. drrt.. drrt..

Panggilan masuk
Humairah IKS

"Elah.. baru juga main bentar. Apaan si," racauku. Melihat panggilan masuk dari nomor yang aku namai dengan Humairah IKS. Eh sebentar, siapa Humairah? Sejak kapan aku temenan sama anak IKS?

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh." Aku akhirnya mengangkat telepon itu.

"Wa'alaikumussalam. Yaa Allaah Alfaa kamu di mana aja si?" Terdengar suara cempreng dari seberang. Hah? Dia tau namaku?

"Di fakultas lantai dua lorong barat. Kenapa?" Memang lantai dua lorong barat fakultasku ini adalah tempat yang sangat nyaman sekali untuk nge-game. Tau warnet kan? Iya warung internet, tempat yang paling hits pada zamannya. Nah deretan bilik disini terjajar bak warnet masa kini. WiFi di sini kuakui paling kenceng diantara lorong-lorong fakultas yang lain. Ditambah lagi setiap bilik terdapat colokan listrik. Emang ajib bener, bedanya cuma disini ga ada layar komputer. Bagiku ga ada tempat lain yang wow untuk nge-game selain ini, walaupun di sini ada plakat bertulisan "Pojok Baca". Ahaha, kenapa dinamain "Pojok Baca" ya? Padahal ada colokan listrik di masing-masing bilik. Oh iya, kan zamannya industri 4.0, kebanyakan bukunya udah bukan buku cetak.

"Haloo.." Astagaa aku lagi telponan sama orang, kenapa malah bahas lantai dua lorong barat sih.

"Iya, ya. Gimana?"

"Astaghfirullaah Alfaa. Cepetan gih ke taman."

"Taman mana?"

"Taman fakultas, Alfaaa.."

"Ngapain?"

"Yaa Allaah Alfa, ga baca grup KKN?"

Astaghfirullaah, kok lu bisa lupa sih Fa?! "Oh iya.. oke oke, aku segera ke sana."

"Bangku paling Utara ya.. kami tunggu."

"Iya."

Aku segera menutup telepon. Aku baru ingat, siapa Humairah dan kenapa dia marah-marah di telepon. Dia adalah anak IKS. Ya iyalah, Alfa.. Kan tadi udah tertera di atas. Ahaha, maksudku kami menjadi satu kelompok KKN reguler yang baru saja selesai diadakan kemarin. Dan seharusnya dua jam lalu kami kumpul untuk mengerjakan laporan KKN kami. Iya seharusnya. Hihi.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, ukhtii." Aku menyapa seorang perempuan yang memakai gamis coklat tua dan dipadukan dengan jilbab coklat muda. Kalau boleh dikatakan, mirip seperti seragam Pramuka, ahahaha. Iya, dia Humairah. Ga perlu aku sebutkan lagi kan kalau dia anak IKS? Eh, tunggu. Dia pake gamis? Selama kenal baru kali ini aku liat dia pake gamis.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh Alfa. Benar benar ya kamu. Bisa bisanya lupa. Aku jadi ga paham lagi dengan tugas-tugas kuliahmu," ucapnya gemas.

"Haduuh ukhti, ga usah repot-repot mikirin tugas-tugas kuliahku. Sejauh ini masih aman kok," ucapku tak merasa bersalah. Aku memang selalu bercanda dengannya. Dari sekian anak yang satu kelompok KKN denganku, kurasa dialah yang paling akrab denganku. Mungkin karena kami satu fakultas meski beda prodi.

"Aku serius Alfaa!" Kulit putihnya rada memerah. Yaa ampun Humairah, kamu beneran marah?

"Oke oke, maafkan aku. Manusia tempatnya salah dan lupa kan?" Aku tetap membela diri berbalut alibi kata-kata mutiara, 'manusia tempatnya salah dan lupa'.

"Bodo!" Jawabnya ketus.

"Ehehehe, jadi teman-teman yang lain mana?" Pandanganku memutari sekeliling kami. Memang di meja ini hanya ada aku dan Humairah. Jadinya jadi ga sih kumpulnya?

"Dah balik dari tadi." Dia menjawab dengan singkat.

"Oh, alhamdulillaah.. berarti laporannya udah selesai ya? Syukur deh"

"Gila ya lu."

Mendengar jawaban Humairah membuatku bingung sendiri. Kok jadi aku yang gila. Berarti bener kata rang orang perempuan itu susah ditebak. Eh, ga. Salah. Lebih tepatnya perempuan itu susah diajak ngomong. Ngga nyambung, gitu.

"Terus, kalau ga jadi kumpul kenapa kamu telpon aku?"

"Hah? Masih nanya kenapa aku nelpon kamu?"

Hadeeeh, kan benar perempuan emang susah diajak ngomong, "maksudku kenapa ga nelpon pas tadi, pas masih pada ngumpul?"

"Sorry. Baru kepikiran," jawabnya singkat tanpa merasa bersalah dan habis itu langsung beralih ke hapenya lagi. Jadi pengen bedah otaknya perempuan. Isinya apa sih?

"Eh, btw.. kenapa kamu ga baca chatku? Udah aku spam padahal. Dispam sama anak-anak lain juga padahal."

"Ahahaha, maaf."

"Kamu ga lulus bahasa Indonesia, apa?"
Sumpah deh, kenapa malah jadi bahas bahasa Indonesia??

"Apa sih Rah? Humairah?"

"Tadi aku tanyanya kenapa. Kalau kamu lulus bahasa Indonesia harusnya tau dong pertanyaan kenapa jawabannya karena. Bukan maaf."

"Yaa kan maaf."

"Udah deh kenapa? Perkara maaf tergantung karenanya apa?"

"Tadi aku nge-game diatas. Hehe."

"Bener bener gila, kamu." Sejak kapan nge-game membuat orang menjadi gila? Sejauh ini dan sebesar ini aku belum pernah lihat orang gila nge-game.

"Terus kenapa kamu ga pergi dari sini? Kan udah selesai ngumpulnya? Malah nelpon aku. Ahaha.. aku tau.." pasti dia kangen aku. Secara aku kan termasuk orang yang lumayan good looking di fakultas ini.

"Ga usah ngadi-ngadi deh. Aku mau ketemu sama sepupu aku, janjiannya disini juga makanya aku ga pergi. Nah selagi menunggu sepupuku, supaya waktuku bermanfaat lumayan juga kalau nyeramahin kamu dulu."

"Astaghfirullaah, Humairah." Aku langsung mengelus dada.

Dia terkekeh pelan.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh mba Humairah." Terdengar suara halus dari perempuan. Apakah ini sepupunya Humairah? Aku kira tadi sepupunya laki-laki, jadi bisa banget kalau diajak maen game. Tapi ternyata... Hei.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh Naa..," balasan salam dari Humairah.

"Udah lama ya mba?" Tanya sepupunya Humairah.

"Engga kok, oh iya ini temennya mba," Humairah mengenalkanku kepada sepupunya.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Kak," Sapa ya dengan senyuman yang mengembang. Alamak. Kenapa dia adem gini ya?

Aku membalas senyumannya, "wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh."

Tatapan matanya sejuk banget. Asli. Tapi cuma sekejap, selepas itu pandangannya kembali ke Humairah.

"Oh, mba masih ada keperluan ya sama kakak ini?" Tanya polosnya.

Aku keperluannya bukan sama Humairah, tapi sama kamu dek. Wakawaka. Eh namanya siapa si?

"Ahahahaha.. engga kok Naa, udah selesai kok. Temennya mba aja yang datangnya paling akhir. Yang lain udah pada pergi dia baru kesini. Ahahaha.."

"Ih, apaan si Rah. Ga lucu tau," belaku.

"Tau ga alasannya apa Naa? Katanya dia lupa gegara keasyikan main game. Ahahaha." Humairah semakin menjadi-jadi. Eh, adeknya juga ikut ketawa lagi.

"Eh Alfa. Naa ini satu prodi loh sama kamu," sambung Humairah


"Hah? Iya? Kok ga pernah ketemu?"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alpa Alfa - Part 5

          Huda           The message was successfully sent at 17.25 Aku segera menghubungi Huda ketika teringat dengan perkataan Naa bahwa ia sering bertanya dengan Huda. Aduh, emang ya apapun yang berkaitan dengan Naa langsung gercepnya minta ampun, lain dengan yang namanya skripsi.           Hai, Huda           The message was successfully sent at 18.23 Setelah sholat dan ngaji, tetap aja pesanku belum direspond oleh si Huda. Yaa, emang pesannya masih centang satu abu-abu. Kemana si dia. Ngilang di saat yang tidak tepat.           Huda           The message was successfully sent at 18.58 Masih aja centang satu abu-abu.           Woi      ...

Alpa Alfa - Part 2

Pertanyaan horor apa yang pernah disodorkan pada kalian? Kalau aku.. "Gimana skripsi lu Fa?" tanya Huda, temen kuliah sejak pertama kali OSPEK. "Elah, lu malah bahas skripsi. Tersinggung nih gwe," jawabku sambil membuka aplikasi Instagram. Kemudian aku ketik di kolom pencarian, @anasya_. Iya, akun si Naa, sepupu Humairah yang aku temuin dua hari yang lalu. Masa' iya dia satu prodi sama aku. Kenapa selama ini aku ga ikut kegiatan apapun di prodiku si.. tapi, hah. Kenapa aku baru kenal dia kemarin, coba. Eh bentar. Di bio akunnya emang ga ada sih embel-embel kalau dia mahasiswa ilkom kek aku, di postingannya juga ga ada foto yang menandakan kalau dia anak ilkom. Tapi... "Huda!" Teriakku. "Paan sih lu, tadi aku tanya kamu mau ikut muncak eh diem aja, mantengin tu hape. Eh giliran aku diem lu malah teriak manggil nama gwe," ocehnya. "Lu ngapain ngikutin akunnya si Naa?!" Tanyaku setelah aku melihat di bawah bio akun @anasya_ tadi te...

Alpa Alfa - Part 4

Siang ini aku sudah melakukan tradisiku sejak kuliah di sini. Apa lagi kalau bukan nongkrong di "Pojok Baca" sambil khusyuk menatap layar smartphone dan jempol beraksi. Engga. Jangan kira niatku ke kampus cuma ini ya. Ya meskipun biasanya memang itu, tapi hari ini beda. Aku baru saja konsultasi skripsiku. Berharap agar BAB I akan berubah menjadi BAB II, namun ternyata it need more time. Ga apa. Lu udah paling hebat, Fa! Semangat.. semangat. Masih muda kok, Fa! Nah sebagai hadiah untuk diriku sendiri yang telah menyelesaikan BAB I walaupun masih harus revisi, ya ini. Main game . Selamat menikmati, Fa! Kalian juga gitu ya, selalu beri hadiah untuk dirimu sendiri setelah menyelesaikan sesuatu yang kau anggap susahnya minta ampun. Your self also need a appreciation, so appreciate your self. Setengah jam aku bermain. Aku pun mengalihkan pandangan ke sekelilingku. Gila. Emang aku yang paling istiqomah di tempat ini. Lihat saja, seluruh bilik kosong, kecuali bilikku. Emang kamu...