Huda The message was successfully sent at 17.25 Aku segera menghubungi Huda ketika teringat dengan perkataan Naa bahwa ia sering bertanya dengan Huda. Aduh, emang ya apapun yang berkaitan dengan Naa langsung gercepnya minta ampun, lain dengan yang namanya skripsi. Hai, Huda The message was successfully sent at 18.23 Setelah sholat dan ngaji, tetap aja pesanku belum direspond oleh si Huda. Yaa, emang pesannya masih centang satu abu-abu. Kemana si dia. Ngilang di saat yang tidak tepat. Huda The message was successfully sent at 18.58 Masih aja centang satu abu-abu. Woi ...
Siang ini aku sudah melakukan tradisiku sejak kuliah di sini. Apa lagi kalau bukan nongkrong di "Pojok Baca" sambil khusyuk menatap layar smartphone dan jempol beraksi. Engga. Jangan kira niatku ke kampus cuma ini ya. Ya meskipun biasanya memang itu, tapi hari ini beda. Aku baru saja konsultasi skripsiku. Berharap agar BAB I akan berubah menjadi BAB II, namun ternyata it need more time. Ga apa. Lu udah paling hebat, Fa! Semangat.. semangat. Masih muda kok, Fa! Nah sebagai hadiah untuk diriku sendiri yang telah menyelesaikan BAB I walaupun masih harus revisi, ya ini. Main game . Selamat menikmati, Fa! Kalian juga gitu ya, selalu beri hadiah untuk dirimu sendiri setelah menyelesaikan sesuatu yang kau anggap susahnya minta ampun. Your self also need a appreciation, so appreciate your self. Setengah jam aku bermain. Aku pun mengalihkan pandangan ke sekelilingku. Gila. Emang aku yang paling istiqomah di tempat ini. Lihat saja, seluruh bilik kosong, kecuali bilikku. Emang kamu...